Di perjalanan menuju kampung dukuh, kita bisa melihat panorama pegunungan dan hutan yang indah dan juga terlihat tepi pantai Samudera Hindia dari kejauhan. Untuk bisa mencapai Kampung Dukuh, dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat. Namun harus ekstra hati-hati saat mengendarainya dikarenakan kondisi sepanjang jalan yang penuh bebatuan besar dan belum diaspal. Kendaraan umum yang melintasi jalanan menuju Kampung dukuh hanya dilewati ojek dan elf. Ojek dapat disewa dari Desa Cijambe sampai ke Kampung Dukuh, namun elf hanya melintas pada pagi dan siang hari.
Kampung Dukuh terdiri atas dua daerah pemukiman yaitu Dukuh Tonggoh (Dukuh Atas) dan Dukuh Landeuh (Dukuh Bawah). Di atas Dukuh Tonggoh ada kawasan yang disebut Taneuh Karomah (tanah karomah) yang berarti tanah keramat yang berbentuk hutan dengan luasnya kurang lebih 4 hektar, dan di sana terdapat Makom Karomah (makam keramat) yang tidak pernah sepi dari peziarah.
Berbagai macam tabu yang ada di kampung Dukuh masih dipelihara oleh warganya, sebagian besar disampaikan turun temurun secara lisan. Sebagian lagi ada dalam Ilmu Dukuh dan tulisan yang berisi perkataan nenek moyang. Tabu-tabu tersebut masih tetap ditaati khususnya warga Dukuh Tonggoh, untuk warga Dukuh Landeuh ada beberapa kelonggaran yang disebabkan oleh perubahan zaman. Pendirian rumah tidak diperkenankan untuk lebih bagus daripada tetangga lainnya dan pembuatannya tidak boleh menggunakan gergaji besar atau gergaji mesin.